-->

Notification

×

Iklan

Iklan

MEMBINGUNGKAN: KABAR BBM BANYAK, TAPI ANTREAN TETAP MEMBUDAK — WARGA BERTANYA: SIAPA SEBENARNYA DIUNTUNGKAN?

Sabtu, 12 September 2026 | September 12, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-13T05:08:05Z


Seputar
Indonesia.my.id -- MAKASSAR, 13 September 2026 — Pernyataan berulang dari pihak berwenang bahwa stok Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kota Makassar "aman, banyak, dan mencukupi" justru memicu kebingungan yang makin dalam di kalangan masyarakat. Di saat yang sama, antrean kendaraan mengular berjam-jam di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) tak kunjung menyusut, seolah membantah kabar tersebut.

 

"Banyak Kabarnya, Mengapa Harus Berdesak-desak?"

 

Seorang warga menyampaikan kegelisahannya secara terbuka kepada awak media:

 

"Membingungkan!! Bensin sangat banyak kabarnya!! Dan kenapa harus berdesak-desak antri? Dan sedang sekarang antrian masih membeludak dan panjang!? Dan yang diuntungkan siapa??"

 

Pertanyaan sederhana itu menggambarkan keraguan yang meluas di jalanan. Jika stok benar-benar melimpah — seperti disampaikan berulang kali oleh Pertamina maupun pemerintah provinsi — mengapa warga masih harus berebut dan menunggu berjam-jam hanya untuk mendapatkan bahan bakar kebutuhan sehari-hari ?

 

Ungkapan Hati Orang Bugis: "Siapa yang Makan di Balik Itu Semua?"

 

Dengan bahasa yang menyentuh perasaan, warga tersebut melanjutkan dalam Bahasa Bugis, yang jika diterjemahkan bermakna:

 

"Kepada siapa sebenarnya keuntungan ini jatuh? Seperti orang yang berpesan: ada yang makan di balik semua ini, sementara kita yang di bawah hanya menanggung kesusahan."

 

Ungkapan itu bukan sekadar luapan emosi. Ia merefleksikan kecurigaan yang makin menguat di masyarakat: ada pihak-pihak yang justru diuntungkan dari situasi yang membiarkan rakyat menderita.

 

Antrean Masih Panjang Hingga Hari Ini

 

Hingga Minggu (13/9) pagi, pantauan di sejumlah titik memperlihatkan:

 

- SPBU sepanjang Jalan Perintis Kemerdekaan, Sudiang, Urip Sumoharjo, dan kawasan Bawakaraeng masih dipadati kendaraan sejak subuh 

- Warga rela bangun sebelum fajar menyingsing demi kebagian mengisi

- Ada yang mengantre hingga 4–5 jam, belum tentu dapat

- Sebagian pengemudi memilih mengantre malam hari karena siang hari harus bekerja mencari nafkah

 

Jika Stok Aman, Mengapa Tidak Tersalurkan?

 

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menyatakan stok BBM aman, penyaluran ditingkatkan, dan 25 SPBU beroperasi 24 jam . Namun kenyataan di lapangan berbeda. Warga mempertanyakan:

 

Klaim Resmi Kenyataan di Lapangan 

Stok aman & mencukupi Antrean mengular berkilometer 

25 SPBU buka 24 jam Tetap padat, kendaraan mengantre dari subuh 

Distribusi ditingkatkan 8–15% Banyak SPBU kehabisan sebelum siang 

Masalahnya kepanikan warga Warga antre karena benar-benar tidak dapat, bukan karena takut 

 

Siapa yang Diuntungkan? Ini Pertanyaan yang Harus Dijawab

 

Warga tidak menuduh secara langsung, namun pertanyaan ini terus bergema:

 

- Jika pasokan melimpah, mengapa ada pertamini yang bisa mengemas BBM ke botol dan menjual Rp25.000 per botol?

- Mengapa kendaraan tertentu terlihat mengisi berulang kali di SPBU berbeda sementara warga biasa harus menunggu berjam-jam?

- Mengapa pembatasan pengisian baru diterapkan setelah berbulan-bulan?

- Mengapa ada indikasi Solar subsidi dialirkan ke sektor lain di luar kebutuhan warga kota?

 

"Kami tidak minta kelebihan. Cukup adil dan merata saja. Kalau memang banyak, bagilah dengan benar. Jangan biarkan sebagian orang menimbun sementara yang lain berdesak-desak. Siapa yang diuntungkan? Itu yang ingin kami ketahui," tegas warga tersebut.

 

Yang Diminta Masyarakat

 

1. Jangan hanya bilang stok aman — tunjukkan jalannya distribusi agar warga percaya

2. Telusuri siapa yang mengambil keuntungan dari kelangkaan buatan atau penumpukan pasokan

3. Tindak tegas pertamini nakal & pelangsir yang memanfaatkan situasi

4. Pastikan pasokan merata ke setiap SPBU, tidak terkonsentrasi di tempat tertentu saja

5. Buka data transparan: berapa liter masuk ke Makassar, berapa yang terjual, ke mana sisanya pergi

 

Pertanyaan Media untuk Konfirmasi:

 

1. Apakah ada audit independen yang memastikan jumlah pasokan BBM yang masuk ke Makassar sesuai dengan kebutuhan riil warga?

2. Berapa persen BBM subsidi yang terjual di SPBU Makassar dibawa ke luar kota atau dialihkan ke penggunaan lain?

3. Apakah BPH Migas bersedia membuka data lengkap alokasi pasokan per SPBU selama tiga bulan terakhir?

4. Kapan warga bisa dipastikan tidak perlu lagi mengantre berjam-jam?

 

 Redaksi By SI NEWS.MY.ID 

 


×
Berita Terbaru Update